Batu Alam Tembus Timor Leste
KUPANG, POS-KUPANG.Com — Batu alam yang dijual Dimensi Stone, perusahaan yang beralamat di Jalan Timor Raya, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, banyak diminati warga daerah ini. Malah pemasaran batu alam itu sudah tembus ke Negara Timor Leste. Batu alam biasanya dipakai untuk memperindah bangunan.
Hal ini disampaikan pemilik Dimensi Stone, Marleno, ketika ditemui Pos Kupang di tempat usahanya, Senin (7/9/2009). Menurut Marleno, usaha yang digelutinya itu sudah ditekuni dua tahun terakhir. Selama kurun waktu tersebut, batu alam itu banyak digemari warga, terutama yang sedang membangun rumah.
“Saat ini permintaan batu alam semakin meningkat. Meningkatnya permintaan itu setelah banyak warga kota tahu manfaatnya. Batu alam ini kalau dipasang pada bagian tertentu bangunan rumah maka akan terlihat sangat indah,” ujar Marleno.
Selain warga Kupang, pengusaha Timor Leste, juga sudah membeli batu alam untuk dijual di sana.
“Banyak pengusaha Timor Leste membeli batu alam disini. Mereka datang dengan truk. Makanya, kami selalu menyiapkan stok. Pembelian batu alam itu selain untuk kepentingan proyek juga untuk memenuhi keinginan warga yang hendak mempercantik rumah, atau bangunan lainnya. Di Kota Kupang ini, pasaran batu alam cukup baik, terutama batu alam jenis marmo hijau dan marmer,” jelasnya.
Dia menyebutkan, batu alam itu ada beberapa jenis. Batu alam andenit (kehitam-hitaman), baru alam hijau dari Sukabumi. Batu garut hitam dari Jawa Barat, batu alam hijau dan marmer, didatangkan dari Surabaya dan bandung. Sedangkan batu candi didatangkan dari Bali. “Melalui produk ini, kami mengajak semua orang untuk membuat suasana bernuansa alam, baik di rumah maupun kantor,” ujarnya.
Tentang harga batu alam itu, dia mengatakan, bervariasi. Tapi umumnya dijual berdasarkan ukuran meter persegi. Harga rata-ratanya Rp 135.000 – Rp 210.000/kubik.
Kusno Mulyono, salah seorang pramuniaga di tempat itu, menuturkan, saat ini permintaan batu alam cenderung meningkat. Permintaan lebih banyak pada jenis batu alam marmo dan batu alam hijau asal Sukabumi. “Permintaan lebih banyak pada dua jenis batu itu, walau harganya sama dengan jenis batu alam lainnya,” ujar Mulyono. (*)