Home > krisis spesies endemik, Rote > Illegal Fishing Gelap Jadi Masalah pokok

Illegal Fishing Gelap Jadi Masalah pokok

BA’A, POS-KUPANG.COM — Illegal fishing (pencurian ikan secara liar) dan imigram gelap masih menjadi masalah pokok dalam pengamanan wilayah perairan laut di Kabupaten Rote Ndao. Kehadiran Satpolair Polres Rote Ndao diharapkan bisa mengatasi masalah ini karena letak wilayah ini berbatasan langsung dengan wilayah negara Australia.

Demikian dikatakan Kapolda NTT, Brigjen Pol Bambang Suedi, saat meresmikan berdirinya Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Rote Ndao di Ba’a, Selasa (8/9/2009). Menurut Brigjen Bambang Suedi, Satpolair Polres Rote Ndao bertanggung jawab langsung kepada kapolres setempat dan tidak bertanggung jawab langsung ke Ditpolair Polda NTT.

“Kehadiran Satpolair Polres Rote Ndao ini menunjukkan peningkatan partisipasi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban hukum wilayah perairan Rote Ndao. Tantangan yang dihadapi adalah penangkapan ikan menggunakan bahan peledak, illegal fishing dan imigran gelap yang ingin menyeberang ke negara Australia,” kata Suedi.

Ancaman gangguan keamanan dan ketertiban perairan ini perlu mendapat perhatian serius aparat Polri, terutama Polair Polres Rote Ndao sehingga bisa memberi pengayoman, pengamanan dan perlindungan kepada masyarakat sesuai tugas kepolisian. “Kehadiran Polair Polres Rote Ndao ini harus dapat diaplikasikan dalam tugas pokoknya. Saya harapkan Kapolres bisa memimpin dan memberi perhatian terhadap pelaksanaan tugas satpolair dengan baik,” tegasnya.

Suedi mengatakan, Satpolair Polres Rote Ndao dalam menjalankan tugasnya akan dilengkapi dua unit kapal patroli. Yang sudah ada baru satu kapal, satu kapal akan menyusul. “Wilayah patroli Polair empat mil dari pantai. Jika ada penangkapan ikan menggunakan bom atau bahan berbahaya dan juga imigran gelap, maka petugas Polair bisa menangkapnya dan memrosesnya secara hukum,” tegas Suedi.

Acara ini ditandai dengan pengresmian gedung Satpolair serta peninjauan gedung didampingi Wakil Bupati Rote Ndao, Drs. Marthen Luther Saek, dan anggota muspida.

“Meskipun jumlah personelnya masih sedikit dan kapal patroli baru satu, tapi harus bisa memberi perlindungan, pengamanan dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Suedi kepada wartawan saat meninjau gedung Satpolair Polres Rote Ndao. (mar)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.