Piket Banjir Data 36 Kasus Banjir
KUPANG, POS-KUPANG.COM– Satuan Tugas (Satgas) Piket Banjir Balai Wilayah Nusa Tenggara (BWS NT) II mendata 36 kejadian bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah kabupaten di wilayah NTT.
Hal ini dijelaskan dijelaskan Satgas Piket Banjir BWS NT II, Alfred Lukas, ATP, M.Si, saat ditemui di Kupang, Senin (7/9/2009). Alfred yang didampingi staf Sekretariat Piket Banjir, Susana Mone, A.Md, menjelaskan, data 36 kejadian bencana banjir tersebut terjadi pada sembilan kabupaten di wilayah NTT dari total 44 kejadian bencana yang didata. Selebihnya adalah kejadian bencana angin kencang serta gelombang pasang.
“Kejadian bencana banjir ini merusak areal pertanian, perkebunan dan mengancam sarana prasarana permukiman penduduk yang ada di sekitar lokasi bencana tersebut,” kata Lukas.
Lukas mengakui, kejadian bencana tersebut sudah dilaporkan kepada Direktur Sungai, Danau dan Waduk Departemen Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta beberapa waktu lalu.
“Untuk penanganan permanen kerusakan akibat bencana alam yang terjadi akibat banjir dan tanah longsor tersebut masih dibahas di tingkat perencanaan BWS NT II di Kupang. Kita berharap agar sebagian kerusakan yang terjadi akibat bencana alam tersebut bisa ditangani menggunakan dana APBN tahun 2010. Namun kepastian soal penanganan tergantung pimpinan BWS NT II karena hal itu menjadi kewenangan Kepala BWS NT II, Ir. T Iskandar, MT,” tambahnya.
Menyinggung tentang proyek pekerjaan penanganan sungai dan pengendalian banjir yang dikerjakan pada tahun 2009 ini, dia mengakui hampir rampung seluruhnya. Namun pihaknya masih konsentrasi pada lima paket pekerjaan menggunakan alokasi dana stimulus tahun 2009 yang kontraknya akan berakhir pada akhir tahun 2009 ini.
“Untuk pekerjaan reguler penanganan sungai dan pengendalian banjir sudah hampir rampung semuanya dan sebagian besar sudah di-PHO,” tegasnya. (fen)