ENDE, POS KUPANG.Com — Desa Magekapa di Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, rawan abrasi. Setiap tahun pesisir pantai di desa itu terkikis air laut hingga ke jalur jalan.
Akibatnya, jalur jalan nyaris putus. Jika tidak segera ditangani, maka transportasi dari dan ke wilayah itu akan terputus.
Beberapa waktu lalu, pemerintah telah membangun tanggul penahan gelombang, namun tidak bertahan lama. Tanggul itu kerap jebol diterjang gelombang laut.
Pantauan Pos Kupang, pekan lalu, ketika melewati jalur jalan di Desa Magekapa menuju ibu kota Kecamatan Maukaro, abrasi telah mengikis sebagian badan jalan. Akibatnya, badan jalan semakin sempit dan nyaris putus. Badan jalan berlubang, terdapat tumpukan material berupa batu dan pasir di atas badan jalan.
Tumpukan pasir dan batu memungkinkan kendaraan pejalan kaki melewati jalan itu. Namun keadaan tersebut diprediksikan tidak akan berlangsung lama karena jika terjadi ombak besar di waktu mendatang, jalur jalan akan kembali putus.
Dedy Wolo, salah seorang warga Kecamatan Maukaro, dimintai komentarnya terkait abrasi itu, mengatakan, abrasi yang terjadi di desa itu bukan hal baru. Abrasi telah terjadi sejak lama, namun belum bisa diatasi oleh pemerintah hingga saat ini.
Wolo berharap pemerintah memperhatikan masalah tersebut. Menurut dia, untuk menghentikan abrasi di wilayah ini tidak mungkin karena ombak terjadi setiap saat.
“Langkah yang bisa dilakukan untuk meminimlisir abrasi, yaitu membangun tembok penyokong atau menaman pohon bakau sepanjang pinggir pantai,” saran Wolo. (rom)