Archive

Archive for the ‘kebakaran hutan dan lahan’ Category

Kebakaran Hutan Jati di Nenuk, Kerugian Belum Dihitung

September 6, 2009 Leave a comment

ATAMBUA, POS KUPANG.Com–Petugas Dinas Kehutanan Kabupaten Belu sudah memadamkan api di kawasan hutan jati di Nenuk. Namun, berapa besar kerugian akibat terbakarnya 30 hektar (ha) dari 100 ha kawasan hutan jati tersebut belum dihitung.
Read more…

Hutan Jati Nenuk Terbakar: Tidak Ada Upaya Pemadaman

September 5, 2009 Leave a comment

ATAMBUA, Timex – Hutan jati Nenuk-Atambua, sejak Kamis (3/9) lalu hingga Jumat kemarin terbakar dan belum ada penanganan untuk memadamkan api. Sehingga, api terus menjalar kemana-mana hingga menghanguskan hutan yang telah dipelihara puluhan tahun.
Pantauan Timor Express, Jumat kemarin, api terus menjalar kemana-mana, baik pada hutan jati luar kiri dan kanan yang menjadi salah satu paru-paru kota Atambua. Akibat kebakaran hutan jati Nenuk, asap tebal membuat arus transportasi terganggu, ditambah dengan pengerjaan dua jalur di hutan jati Nenuk membuat pengendara kendaraan harus ekstra hati-hati.
Read more…

Bukit Maon di TTU Rawan Kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2009 | 09:40 WITA

KEFAMENANU, POS-KUPANG.COM—Bukit Maon di wilayah Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), setiap tahun rawan terjadi kebakaran. Kebakaran itu dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.

Terhadap kondisi ini, pemerintah kelurahan telah mewajibkan kepada para ketua RT untuk masuk dalam kelompok tani guna mengolah lahan yang ada di Bukit Maon dan bertanggung jawab mengawasi kebakaran kawasan itu.

Lurah Kefamenanu Selatan, Stefanus Oebes, S.SoS, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, belum lama ini menjelaskan, dia baru dua tahun memimpin kelurahan itu. Selama ini, Oebes mendata soal persoalan pembangunan, termasuk permasalahan lingkungan.

Dari laporan staf, kata Oebes, permasalahan lingkungan yang kerap terjadi adalah kebakaran hutan di Bukit Maon. Para oknum yang tidak bertanggung jawab tanpa rasa bersalah membakar kawasan itu sehingga banyak tanaman milik petani menjadi korban.

Terhadap kondisi ini, jelas Oebes, pihaknya sudah mempertemukan semua ketua RT dan menegaskan kepada mereka untuk wajib masuk menjadi anggota kelompok petani.

“Dengan cara memasukkan ketua RT jadi kelompok petani sangat memudahkan untuk pengawasan di lapangan. Bukit Maon itu masuk kawasan hutan kota, jadi apa pun alasan semua perangkat desa wajib mengamankan. Saya minta kepada para ketua RT untuk perintahkan warganya melakukan pengawasan terhadap Bukit Maon itu,” kata Oebes.

Menurutnya, dengan pola yang diterapkannya ini kawasan Bukit Maon saat ini sudah berkurang dari aksi pembakaran liar. Sejak dirinya menjadi Lurah di Kefa Selatan, kasus kebakaran hutan di daerah itu sudah turun sampai 50 persen.

Pada bagian lain, Oebes menyampaikan soal kamtibmas di kelurahan yang dipimpinnya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan di wilayahnya, dirinya menyiagakan anggota linmas melakukan patroli. Tapi kendala yang dihadapi sekarang soal kesejahteraan anggota linmas.

“Sekarang anggota linmas tinggal tiga orang. Sebenarnya banyak, tapi karena tidak ada dana patroli makanya mulai mandek. Tapi kami rencanakan untuk berdayakan para pemuda. Kita akan cari solusi memberdayakan anak-anak muda yang ada di kelurahan ini,” katanya. (yon)

Puluhan Hektar Lahan Terbakar

Rabu, 19 Aug 2009, | 11
Ancam Radar Pesawat

WAINGAPU, Timex – Puluhan hektar lahan di KM 16 Desa Mbatakapidu Kecamatan Kota, Senin (17/8) hangus terbakar.
Selain menghambat arus lalu lintas Waingapu-Waikabubak, terbakarnya lahan tersebut juga mengancam radar pesawat penerbangan internasional bernilai Rp 100 miliar lebih yang ada di wilayah tersebut.

Kepala Teknisi Telekomunikasi, Navigasi dan Penerbangan, Perwadi mengeluhkan aksi pembakaran itu. “Setiap tahun selalu begini. Lahan yang ada di sekitar radar pemantau pesawat dengan rute penerbangan luar negeri yang melintas diatas pulau Sumba seperti dari Asutralia, Singapura dan Malaysia. Tapi ini yang paling parah karena apinya sampai memasuki lahan disini dan nyaris menghanguskan peralatan radar yang ada.

Kalau radar ini sampai terbakar, maka kita tidak bisa lagi memantau adanya pesawat penerbangan luar negeri yang melintas diatas pulau Sumba. Aset negara ini nilainya seratus miliar lebih,” akunya.

Ia mencontohkan, dari pantauan radar tersebut, Jumat pukul 13.05 Wita, terdapat sedikitnya tiga penerbangan yakni dari Australia ke Singapura dengan jenis pesawat SIA 256 dan dari Singapura ke Australia dengan jenis pesawat SIA 245, pesawat Mandala Air dari Denpasar ke Kupang dengan nomor pesawat RI 280.

Perwadi meminta pemerintah setempat menindak tegas oknum pelaku pembakaran lahan tersebut. Pantauan Timor Express, api juga merambat ke areal hutan hingga tepi kanan jalan yang ada di sekitar lokasi itu. Bahkan sejumlah kendaraan roda empat dan dua juga harus antri menunggu meredanya si jago merah.

Terpisah, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora mengutuk tindakan pembakaran itu. “Bila ditemukan pelaku pembakaran lahan itu harus dihukum seberat-seberatnya karena tindakan tersebut bukan hanya merugikan warga yang bermukim di sekitar kawasan tapi juga lingkungan. Banyak hutan yang terbakar akibat tindakan yang tidak bertanggungjawab tersebut,” sesalnya. (jun)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.