Minggu, 23 Agustus 2009 | 09:40 WITA
KEFAMENANU, POS-KUPANG.COM—Bukit Maon di wilayah Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), setiap tahun rawan terjadi kebakaran. Kebakaran itu dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.
Terhadap kondisi ini, pemerintah kelurahan telah mewajibkan kepada para ketua RT untuk masuk dalam kelompok tani guna mengolah lahan yang ada di Bukit Maon dan bertanggung jawab mengawasi kebakaran kawasan itu.
Lurah Kefamenanu Selatan, Stefanus Oebes, S.SoS, kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, belum lama ini menjelaskan, dia baru dua tahun memimpin kelurahan itu. Selama ini, Oebes mendata soal persoalan pembangunan, termasuk permasalahan lingkungan.
Dari laporan staf, kata Oebes, permasalahan lingkungan yang kerap terjadi adalah kebakaran hutan di Bukit Maon. Para oknum yang tidak bertanggung jawab tanpa rasa bersalah membakar kawasan itu sehingga banyak tanaman milik petani menjadi korban.
Terhadap kondisi ini, jelas Oebes, pihaknya sudah mempertemukan semua ketua RT dan menegaskan kepada mereka untuk wajib masuk menjadi anggota kelompok petani.
“Dengan cara memasukkan ketua RT jadi kelompok petani sangat memudahkan untuk pengawasan di lapangan. Bukit Maon itu masuk kawasan hutan kota, jadi apa pun alasan semua perangkat desa wajib mengamankan. Saya minta kepada para ketua RT untuk perintahkan warganya melakukan pengawasan terhadap Bukit Maon itu,” kata Oebes.
Menurutnya, dengan pola yang diterapkannya ini kawasan Bukit Maon saat ini sudah berkurang dari aksi pembakaran liar. Sejak dirinya menjadi Lurah di Kefa Selatan, kasus kebakaran hutan di daerah itu sudah turun sampai 50 persen.
Pada bagian lain, Oebes menyampaikan soal kamtibmas di kelurahan yang dipimpinnya. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan di wilayahnya, dirinya menyiagakan anggota linmas melakukan patroli. Tapi kendala yang dihadapi sekarang soal kesejahteraan anggota linmas.
“Sekarang anggota linmas tinggal tiga orang. Sebenarnya banyak, tapi karena tidak ada dana patroli makanya mulai mandek. Tapi kami rencanakan untuk berdayakan para pemuda. Kita akan cari solusi memberdayakan anak-anak muda yang ada di kelurahan ini,” katanya. (yon)