Archive

Archive for the ‘Krisis energi’ Category

PLN Diminta Terangi Kota Maumere

September 8, 2009 Leave a comment

MAUMERE, POS-KUPANG.COM —Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Maumere untuk menopang energi listrik guna menerangi wilayah Kota Maumere.
Read more…

Jatah Bensin Tak Sesuai Kebutuhan

September 7, 2009 Leave a comment

BA’A, POS-KUPANG.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak jenis premium (bensin) di Kabupaten Rote Ndao terutama Kota Ba’a dan sekitarnya, disebabkan karena quota (jatah) yang diberikan PT Pertamina untuk kabupaten ini sudah tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Read more…

Categories: Krisis energi, Rote

Sumba Timur Ditawarkan Bangun Listrik Hybrid

September 7, 2009 Leave a comment

KUPANG, POS-KUPANG.Com — PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menawarkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur untuk membangun tenaga sistem hybrid. Sistem ini mengkombinasikan pemakaian sumber energi sinar matahari, angin dan biogas.
Read more…

Pemkab Belu Tertibkan Harga Minyak Tanah

September 7, 2009 Leave a comment

ATAMBUA, Pos Kupang.Com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu dalam beberapa hari ke depan menurunkan tim untuk menertibkan penjualan minyak tanah di Atambua, agar sesuai HET (harga eceran tertinggi).
Read more…

Categories: Krisis energi, Timor

Bensin di Rote Habis

September 4, 2009 Leave a comment

BA’A, POS-KUPANG.COM — Sejak Senin (31/8/2009) sampai Kamis (3/9/2009), stok bensin di Kabupaten Rote Ndao, habis. Tempat-tempat penjualan bensin milik distributor BBM maupun penjual eceran, tutup karena ketiadaan stok. Warga kesulitan mendapatkan bensin karena belum ada pasokan dari Kupang.
Read more…

Harga Minyak Tanah Lampaui HET

August 28, 2009 1 comment

ATAMBUA, POS-KUPANG.COM–Harga minyak tanah di Kota Atambua, Ibu kota Kabupaten Belu melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu. Harga jual di pasaran saat ini berkisar Rp 4.500,00-Rp 5.000,00/liter. Pemkab n Belu diharapkan menertibkan para penjual minyak tanah di atas HET sehingga tidak meresahkan masyarakat kecil.
Read more…

Categories: Krisis energi, Timor

Warga Nunleu Tolak Mesin PLN

Senin, 24 Agustus 2009 | 11:22 WITA

KUPANG, POS KUPANG.Com — Warga yang berdomisili di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kuanino di Kelurahan Nunleu, Kecamatan Oebobo, keberatan dengan rencana pengoperasikan tujuh unit mesin rental PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kupang yang ditempatkan di sana. Alasanya, tingkat kebisingan di daerah tersebut akan bertambah. Keberatan ini disampaikan Sekretaris RW 01, Kelurahan Nunleu, Jeri Anton Pingak, saat ditemui, Sabtu (22/8/2009).

“Ada tujuh unit mesin rental yang ditempatkan di PLTD ini tanpa disosialisasikan kepada masyarakat. Kami masyarakat di sini keberatan dengan rencana pengoperasian mesin-mesin tersebut. Keberatan kami ini ada banyak alasannya,” ujar Pingak.

Pingak yang mengaku cukup paham dengan listrik ini mengungkapkan, tujuh mesin tersebut diletakan di atas pangkuan tanpa ada alat peredam sehingga dipastikan bunyinya akan mengganggu. “Salah satu contoh mengapa kami menolak pengoperasian mesin rental tersebut, yakni selama ini jika dua mesin dioperasikan untuk mendengar suara televisi volumenya harus mencapai 50. Itu baru dua mesin yang ada alat peredamnya. Lalu bagaimana lagi jika tambah tujuh mesin rental tanpa peredam,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga sudah melihat pemasangan tujuh mesin rental tersebut di dalam lokasi PLTD. Dikatakannya, masih ada toleransi warga terhadap keberadaaan dua unit mesin karena merupakan mesin cadangan. Tetapi kalau ada penambahan mesin rental lagi, katanya, PLTD Kuanino bukan lagi sebagai tempat untuk cadangan menghasilkan listrik tetapi sebagai tempat produksi listrik yang tetap.

“Wilayah ini adalah daerah padat pemukiman. Jika ada penambahan mesin lagi pasti memiliki dampak terhadap warga di sekitar sini. Selain pengaruh terhadap pendengaran khususnya untuk anak-anak, juga ada dampak dari asap yang dikeluarkan. Ada banyak warga yang menderita penyakit saluran pernapasan. Lihat saja, kalau ada asap maka pakaian yang dijemur pasti akan hitam,” ujarnya.

Pingak meminta agar Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kota Kupang agar tidak mengeluarkan izin operasional bagi PLN di daerah tersebut. Hal ini, katanya, terkait dampaknya pada lingkungan yang tidak baik bagi masyarakat. (ira)

Categories: Krisis energi, Timor
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.