Archive

Archive for the ‘Krisis Sampah’ Category

Sampah Dibakar, Warga Mengeluh

September 8, 2009 Leave a comment

KUPANG, POS KUPANG.Com — Warga yang berdomisili di sekitar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kupang mengeluh karena sampah yang berasal dari sekolah itu selalu dibakar. Akibatnya, asap dari sampah itu masuk ke dalam rumah warga.
Read more…

Categories: Krisis Sampah, Timor

Sampah Menumpuk di Pasar Ruteng

September 7, 2009 Leave a comment

RUTENG, Timex-Kondisi Pasar Inpres Ruteng sangat memprihatinkan karena jauh dari kebersihan dan menyebabkan bau busuk. Sampah dari sisa penjualan ikan, sayur dan lainnya berserakan, terutama pada saluran air. Petugas kebersihan diminta lebih serius memperhatikan masalah ini.
Read more…

Categories: Flores, Krisis Sampah

Masalah Sampah di Kota Labuan Bajo

Sabtu, 29 Agustus 2009 | 14:04 WITA

LABUAN BAJO, POS-KUPANG.COM– Masalah sampah di Kota Labuan Bajo, Ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hingga saat ini belum tertangani dengan baik. Karena itu, masyarakat perlu diberi pemahaman tentang dampak dari sampah terhadap kesehatan manusia.
Read more…

Categories: Flores, Krisis Sampah

Sampah Masih Berserakan

Senin, 24 Aug 2009, | 6

KUPANG, Timex-Hingga saat ini, ada sejumlah kelurahan di Kota Kupang yang ternyata belum mampu mengurus masalah sampah yang ada di kelurahan masing-masing. Pantauan koran ini, Sabtu (22/8), kelurahan yang masih menumpuk sampahnya adalah Kelurahan Solor, Kelurahan Naikolan dan Kelurahan Bonipoi.
Pantaun koran ini di beberapa titik seperti di sekitar Jalan Cendrawasih-Bonipoi, sampah nampak menumpuk bahkan kesannya tak terurus. Saluran drainase pun nampak tersumbat sampah plastik serta limbah rumah tangga.

Kondisi ini diduga, sengaja dibiarkan berbulan-bulan. Sedangkan di Naikolan, sampah nampak menumpuk ke luar sampai hampir memenuhi badan jalan di sekitar Jalan Melati. Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Adrianus Lusi yang dikonfirmasi koran ini beberapa waktu lalu, mengakui merebaknya sampah di Kota Kupang disebabkan masih kurangnya kesadaran warga Kota Kupang untuk membuang sampah pada tempat-tempat penampungan sampah yang telah tersedia.

Selain itu menurut Adrianus Lusi, Dinas Kebersihan Kota Kupang dalam upayanya menangani masalah persampahan masih kekurangan personil serta kekurangan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) armada pengangkut sampah.

“Selain kurangnya kesadaran masyarakat Kota Kupang untuk membuang sampah pada tempatnya, Dinas Kebersihan Kota Kupang pun masih kekurangan personil serta sarana prasarana pendukung lainnya,”jelas Adrianus Lusi. (mg-7)

Categories: Krisis Sampah, Timor

Dua Bulan Sampah Tidak Diangkut

Rabu, 19 Agustus 2009 | 10:14 WITA

KUPANG, PK — Selama dua bulan lebih, sampah yang menumpuk di bak sampah RT 17/ RW 06, Kelurahan Namosain, belum diangkut mobil sampah, Dinas Kebersihan Kota Kupang. Akibatnya, sampah-sampah yang ada berserakan hingga badan jalan. Karena banyaknya sampah yang terus menumpuk, warga terpaksa membakarnya langsung di tempat sampah.

Warga setempat, Nur Muslimah yang ditemui di halaman rumahnya menjelaskan, bak sampah yang dibangun di sudut halaman rumahnya untuk menampung sampah dari RT 17, 18 dan 19. “Saya sangat kesal dengan petugas kebersihan. Mereka tidak bekerja profesional. Masa sampah di sini sampai dua bulan lebih tidak diangkut. Kami di sini menjadi korban bau busuk dari bak sampah ini. Ada sebagian warga yang membuang sisa-sisa ikan ke dalam bak sampah ini dan lainnya membuat baunya sangat busuk,” katanya.

Muslimah menambahkan, warga setiap bulan membayar retribusi sampah, tetapi hasil dari pembayaran retribusi itu tidak pernah dirasakannya. Dia berharap, Dinas Kebersihan Kota Kupang dapat mengatur jadwal pengangkutan sampah dengan baik, sehingga semua wilayah bisa dijangkau.

Warga lainya, Ramadhan Yunus, secara terpisah, mengusulkan sebaiknya sampah ini diangkut dua seminggu sekali. “Jangan angkut dua bulan atau tiga bulan sekali. Saat ini belum musim hujan karena kalau musim hujan, sampah-sampah itu bisa menyebarkan virus penyakit,” katanya.

Ketua RT 17/ RW 06, Abdul Hamid, saat hendak ditemui di rumahnya, tidak berada di tempat. Pantauan Pos Kupang, sampah yang menumpuk dan dibiarkan sampai berminggu-minggu hampir ada di semua sudut dalam Kota Kupang. Kondisi paling parah terjadi di seputaran Kelurahan LLBK dan Kampung Solor. Warga setempat yang ditemui mengaku sudah berulangkali mendatangi kantor lurah meminta pihak kelurahan memfasilitasi keberadaan mobil kebersihan, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang nyata. (den)

Categories: Krisis Sampah, Timor
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.