Rabu, 19 Agustus 2009 | 10:14 WITA
KUPANG, PK — Selama dua bulan lebih, sampah yang menumpuk di bak sampah RT 17/ RW 06, Kelurahan Namosain, belum diangkut mobil sampah, Dinas Kebersihan Kota Kupang. Akibatnya, sampah-sampah yang ada berserakan hingga badan jalan. Karena banyaknya sampah yang terus menumpuk, warga terpaksa membakarnya langsung di tempat sampah.
Warga setempat, Nur Muslimah yang ditemui di halaman rumahnya menjelaskan, bak sampah yang dibangun di sudut halaman rumahnya untuk menampung sampah dari RT 17, 18 dan 19. “Saya sangat kesal dengan petugas kebersihan. Mereka tidak bekerja profesional. Masa sampah di sini sampai dua bulan lebih tidak diangkut. Kami di sini menjadi korban bau busuk dari bak sampah ini. Ada sebagian warga yang membuang sisa-sisa ikan ke dalam bak sampah ini dan lainnya membuat baunya sangat busuk,” katanya.
Muslimah menambahkan, warga setiap bulan membayar retribusi sampah, tetapi hasil dari pembayaran retribusi itu tidak pernah dirasakannya. Dia berharap, Dinas Kebersihan Kota Kupang dapat mengatur jadwal pengangkutan sampah dengan baik, sehingga semua wilayah bisa dijangkau.
Warga lainya, Ramadhan Yunus, secara terpisah, mengusulkan sebaiknya sampah ini diangkut dua seminggu sekali. “Jangan angkut dua bulan atau tiga bulan sekali. Saat ini belum musim hujan karena kalau musim hujan, sampah-sampah itu bisa menyebarkan virus penyakit,” katanya.
Ketua RT 17/ RW 06, Abdul Hamid, saat hendak ditemui di rumahnya, tidak berada di tempat. Pantauan Pos Kupang, sampah yang menumpuk dan dibiarkan sampai berminggu-minggu hampir ada di semua sudut dalam Kota Kupang. Kondisi paling parah terjadi di seputaran Kelurahan LLBK dan Kampung Solor. Warga setempat yang ditemui mengaku sudah berulangkali mendatangi kantor lurah meminta pihak kelurahan memfasilitasi keberadaan mobil kebersihan, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut yang nyata. (den)