Archive

Archive for the ‘longsor’ Category

Tertimbun Longsor, Bayi 8 Bulan Selamat

September 8, 2009 Leave a comment

ENDE, POS KUPANG. com — Bayi Rikardo (8 bulan) yang sedang tidur lelap bersama orangtuanya, Senin (7/9/2009) tengah malam, tertimbun tanah longsor yang menimpa rumah mereka di Dusun Naukota II-Desa Manulondo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende. Ayah Rikardo, Biron Benu langsung berusaha mengeluarkan bayinya yang sudah tertutup tanah. Rikardo pun selamat.
Read more…

Categories: Flores, longsor

Warga Bakunase Diminta Rawat Anakan Bambu

September 7, 2009 Leave a comment

KUPANG, POS KUPANG.Com — Lurah Bakunase, Bustaman, S.STp meminta warga setempat, khususnya yang berdomisili di RT 23, 32 dan 33 agar memelihara dan merawat 120 anakan bambu yang telah ditanam di daerah rawan longsor.
Read more…

Categories: inisiatif warga, longsor, Timor

Longsor Tolnaku: BNPB Minta Pemkab Kupang Ajukan Proposal

September 7, 2009 Leave a comment

KUPANG, POS KUPANG. com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang mengajukan proposal penanggulangan bencana tanah longsor di Desa Tolnaku, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Permintan itu menyusul hasil survai BNPB di desa tersebut, Kamis (3/9/2009).

Read more…

Categories: Kliping, longsor, Timor

Korban Longsor Mengeluh Sesak Napas

Sabtu, 29 Agustus 2009 | 13:23 WITA

RUTENG, POS KUPANG.Com—Ferdinandus Fata (30), salah seorang korban longsoran galian C di Golo Peri, Kampung Pinggang, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai mengeluh sesak napas.
Read more…

Categories: Flores, longsor

Longsor di Manggarai, 1 Tewas, 3 Kritis

Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:55 WITA

RUTENG, POS KUPANG.Com—Satu orang tewas dan tiga kritis akibat tertimbun batu galian C di Golo Peri, Kampung Pinggang, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Selasa (25/8/2009).

Korban dievakuasi  warga sekitar bersama Camat Cibal, Maksimus Gandur, dan Kapolsek Cibal, Iptu Stanis Jemadu. Para korban langsung dibawa ke RSUD Ruteng.

Mantan Kades Pinggang, Bernabas Katang, yang dihubungi Pos Kupang melalui telepon seluler menjelaskan, di lokasi kejadian  para petani mengumpulkan galian batu untuk proyek jalan di perbatasan wilayah Desa Pinggang dengan Manggarai Timur. Mereka menggali batu untuk proyek aspal jalan yang dikerjakan PT Cipta Sarana  berjumlah sepuluh orang. Para petani sudah menggali batu beberapa hari.

Tak dinyana, kemarin pagi sekitar pukul  09.00 Wita, material batu runtuh menutup para pekerja. Akibatnya, Remigius Edo (39), meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka. Tiga korban luka-luka yang dalam kondisi kritis, yakni Petrus Ndeot (45), Bonefantura Ferdy (39), Edy Fata (30). Enam pekerja lain selamat karena jauh dari tempat runtuhan batu.

Katang menjelaskan, masyarakat sekitar langsung menuju lokasi, namun tidak bisa segera mengevakuasi korban. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Camat Cibal dan Kapolsek Cibal serta petugas medis dari rumah sakit terdekat.
Mendapat laporan itu,  staf dari kecamatan langsung turun ke lokasi mengevakuasi para korban bersama masyarakat sekitar. Para korban, kata Katang, langsung dibawa ke RSUD Ruteng. Korban yang meninggal dunia dibawa ke RSUD untuk kepentingan otopsi, sementara korban luka-luka langsung  mendapat perawatan intensif.

Sementara Wakil Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H, yang dihubungi Pos Kupang menjelaskan, pemerintah daerah sudah menetapkan standar bantuan bagi korban bencana. Khusus korban bencana yang meninggal dunia diberi bantuan peti mayat, uang duka (wae lu’u) dan bantuan konsumsi berupa beras. Sementara korban yang mendapat perawatan di RSUD Ruteng dilayani sampai sembuh. “Pemda bantu peti mayat dan wae lu’u,” kata Deno. (lyn)

Categories: Flores, longsor

PDAM Pasok Air bagi Warga Tolnako

Minggu, 23 Agustus 2009 | 22:33 WITA

Kupang, POS KUPANG.Com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang memasok air bersih bagi korban longsor di Desa Tolnako, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kita telah mendroping sebanyak 20 ribu liter air bagi korban longsor di Tolnako,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Kupang, Masya Djonu di Kupang, Minggu (23/8/2009).
Sebanyak 32 kepala keluarga (KK) korban longsor Tolnako sampai saat ini masih berada di tempat pengungsian di Desa Fatukoto, Kecamatan Fatuleu. Para korban longsor mulai kesulitan air bersih.
Dia mengatakan, air bersih yang didistribusikan menggunakan mobil tangki sebanyak empat kali ke lokasi longsor, guna mengisi sebanyak enam unit bak penampung bantuan pemerintah bagi korban longsor tersebut. “Rencananya 9 September mendatang, kita droping lagi air sesuai kesepakatan dengan masyarakat di sana,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Sahrun Nurawi mengatakan, untuk mendapatkan air bersih, masyarakat korban longsor harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer.Karena itu, tim dari Pemerintah Daerah akan melakukan survei untuk mencari tempat yang aman untuk memasok air bersih bagi korban lonsor tersebut. “Kita akan lakukan survei lokasi yang aman untuk menyuplai air bersih bagi korban longsor,” katanya.
Berdasarkan rekomendasi Badan Geologi Bandung, kata Sahrun, ada beberapa lokasi yang dianggap aman dari bencana longsor akibat patahan kerak bumi, yakni di desa Oebola Dalam wilayah Puana. “Kita juga sedang berpikir untuk memasang pipa dari sumber air sejauh tiga km ke tempat pengungsian,” ujarnya.
Sebanyak 32 KK yang menjadi korban longsor tersebut, kata Sahrun, telah mendapat bantuan tanah dari tokoh masyarakat di lokasi pengungsian. Bahkan, masyarakat telah mengkavling tanah untuk bercocok tanam. “Mereka telah miliki lahan untuk bercocok tanam, sekarang bagaimana kita pikirkan ketersediaan air di sana,” katanya.
Sebelumnya, korban longsor Fredik Mau mengatakan, masyarakat korban longsor yang diungsikan mulai kesulitan mendapatkan air bersih, karena ketiadaan bantuan dari Pemda. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemda membuatkan enam bak penampung, namun bak penampung tersebut kosong. “Pemda membantu ar bersih bagi kami hanya dua kali, yakni 9 Juli dan 13 Juli, selanjutnya tidak lagi,” ucapnya. (ANTARA)
Categories: longsor, Timor
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.