Archive

Archive for the ‘Gizi Buruk’ Category

Delapan Anak Gizi Buruk Ditangani

Rabu, 12 Agustus 2009 | 10:05 WITA

KUPANG, POS KUPANG.Com — Saat ini ada delapan anak yang teridentifikasi mengalami gizi buruk telah ditangani secara khusus di rumah sakit (RS). Setelah keluar RS, anak-anak itu juga akan dilakukan perawatan khusus dengan pemberian makanan tambahan selama 90 hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu, menjelaskan hal ini ketika ditemui di halaman Kantor Walikota Kupang, Senin (10/8/2009).

“Saya tidak ingat pasti jumlahnya per kelurahan. Tapi yang pasti anak-anak itu berasal dari Lasiana, Oesapa Barat dan dari Oepura. Delapan anak gizi buruk ini sudah dirawat di RS dan mereka sudah dipulangkan karena berat badan mereka semakin naik. Delapan anak ini ditangani dengan dana dari pemkot berupa tanggap darurat,” kata Sarambu.

Ditambahkannya, setelah keluar dari RS, anak-anak ini masih tetap ditangani secara khusus dengan pemberian makanan tambahan selama 90 hari. “Delapan anak ini dirawat karena mengalami komplikasi dengan penyakit lainnya,” ujarnya.

Dikatakannya, anak yang menderita gizi buruk, jika dibiarkan akan rawan dengan infeksi skunder, misalnya lebih cepat terkena diare dan pneunomia karena kondisi mereka memang kurang bagus.

Mengenai jumlah anak yang gizi kurang, Sarambu menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Kupang, sebanyak 80 anak. Dikatakannya, bukan hanya anak gizi buruk yang mendapat perhatian pemkot tetapi juga anak gizi kurang.

Menurut Sarambu, jumlah anak yang menderita gizi buruk dan gizi kurang bisa saja berubah. Artinya, bisa bertambah atau berkurang. Dia mengharapkan perhatian dari semua pihak agar memberikan asupan gizi yang cukup kepada anak-anak.

“Ada beberapa pihak yang sudah memberikan perhatian kepada anak gizi kurang dan gizi buruk dengan memberikan bantuan berupa makanan tambahan,” katanya.

Sudah Ada Kesepakatan

Mengenai pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin di Kota Kupang yang tidak masuk dalam data jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) pusat yang didanai dengan APBD Kota Kupang, Sarambu mengatakan, sudah ada kesepakatan antara RSU Kupang dengan Pemkot Kupang, khususnya dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang. “Sudah ada kesepakatan dimana pemkot akan membayar tagihan sekitar Rp 900 juta untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar jamkesmas dengan tarif jamkesmas. Kesepakatan itu sudah ada, hanya tinggal ditandatangani saja,” ujarnya.

Dikatakannya, pada tahap awal akan dilakukan pembayaran sekitar Rp 450 juta, dan setelah itu dilakukan pembayaran tahap berikutnya lagi. Kerja sama yang akan ditandatangani itu untuk jangka waktu satu tahun, dan setelah itu diperpanjang lagi. “Kami upayakan untuk panjar dulu agar tidak tertunda lagi pembayarannya,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Kupang menyiapkan dana sekitar Rp 2 miliar untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Kupang yang tidak masuk dalam pelayanan jamkesmas pusat.

Sebelumnya diberitakan, Dinkes Kota Kupang mengakui belum ada MoU antara Pemkot Kupang dengan RSU Kupang terkait pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin Kota Kupang yang tidak masuk dalam data jamkesmas pusat. Pemkot Kupang siap membayar utang di RSU Kupang sekitar Rp 900 juta.

Terkait alokasi tenaga untuk bidang kesehatan, Sarambu menjelaskan, tahun 2009 ini akan diterima 140 tenaga untuk ditempatkan di bidang kesehatan. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya adalah dokter umum, dimana 10 dokter akan ditempatkan di rumah sakit dan lima dokter akan ditempatkan di Dinkes Kota Kupang. (ira)

Categories: Gizi Buruk, Kesehatan, Timor
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.