Angka Buta Huruf Masih Tinggi
Sabtu, 15 Aug 2009, | 9
SABU, Timex – Sebanyak 30 kelompok buta huruf atau keaksaraan fungsional (KF) petani rumput laut tersebar di tiga desa pesisir Sabu bagian timur.
10 kelompok KF di pantai Matike Desa Loborai dan KF di Desa Bodae Kecamatan Sabu Timur serta 12 kelompok KF di pantai Jiwuwu Desa Jiwuwu Kecamatan Sabu Tengah.
300 warga petani rumput laut tergabung dalam 30 kelompok KF mendapat bimbingan dan pembinaan lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Hurati Sabu Timur.
Warga belajar KF yang direkrut PKBM Hurati tahun 2008 sebanyak 30 kelompok. Tetapi, tidak semua kelompok terakomodir karena terbatasnya dana pendidikan non formal (PNF) dari Pemerinhah Pusat melalui Bidang PLS Dinas PPO Provinsi NTT.
Ketua penyelenggara PKBM Hurati, Bobby Yonas kepada Timor Express di sela-sela kegiatan sosialisasi PLS di balai Desa Jiwuwu, Rabu lalu mengatakan, masih banyak masyarakat buta huruf di daratan Sabu dan Raijua. 30 persen dari jumlah penduduk 71 ribu tahun 2005, adalah buta huruf. Ketika program PLS masuk desa, khususnya di enam kecamatan daratan Sabu Raijua tahun 2007, angka buta huruf mulai berkurang hingga tahun 2009.
Lembaga PKBM Hurati sebagai penyelenggara kegiatan KF bagi 30 kelompok yang mendapat anggaran PLS NTT. Sedangkan, sisanya akan mendapat kesempatan tahun 2010. Dana usaha belajar (DUB) yang diterima setiap kelompok sebesar Rp 500.000 dan semua penyelenggara PLS di desa sudah menerima DUB.
Kegiatan dilanjutkan ke kelompok belajar KF sebesar Rp 15 juta untuk 30 kelompok petani rumput laut. “Warga sangat antusias belajar keaksaraan fungsional di lokasi kerja rumput laut dan bukan dalam gedung yang sudah disiapkan. Tetapi cukup di lokasi kerja mereka. Warga selain mendapat belajar mengenal huruf, tulis menulis dan ilmu pengetahuan, keterampilan dan juga mendapat dana usaha,” terang Yonas.
Kepala Desa Jiwuwu, Lukas Paga merasa gembira warganya menyiapkan waktu dua hingga tiga jam untuk belajar disamping kesibukan kerja rumput laut setiap hari. Waktu belajar disesuaikan pada sore atau malam hari. Lima warga belajar KF, Riwu Lomi, Lobo Pau, Jara Mia, Oro Lobo dan Mina Heke Uly merasa senang dan puas mengikuti program PLS untuk belajar mengenal huruf dan tulis menulis yang diajarkan para tutor.
“Salah satu tutor yang setia mendampingi kami waktu belajar adalah Lay Huke. Kami berterima kasih kepada bapak Kabid PLS Dinas PPO NTT Marthen Luther Dima Tome dan rombongan kunker ke Sabu, 5 Agustus lalu sempat mengunjungi kami warga belajar KF di Sabu Timur,” ujar Riwu Lomi. (gie)