Archive

Archive for the ‘Wabah Penyakit’ Category

Pasien Diare di Maumere Meninggal

September 8, 2009 Leave a comment

MAUMERE, POS-KUPANG.COM — Sempat menurun dalam dua hari belakangan, saat ini pasien diare yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. TC. Hillers Maumere kembali meningkat. Bahkan satu dari 30 pasien diare meninggal dunia.
Read more…

Categories: Flores, Wabah Penyakit

Hindari Kontak Langsung dan Jangan Makan Dagingnya

September 8, 2009 Leave a comment

KUPANG, POS KUPANG. com — Ternak babi yang sudah terjangkit streptoccocus, harus diisolasi, tidak boleh disembelih dan dimakan dagingnya. Hindari kontak langsung dengan babi yang sudah terjangkit, jangan disembelih dan dimakan dagingnya, sebab bisa menimbulkan demam dan peradangan pada otak.
Read more…

Categories: Flores, Wabah Penyakit

Warga Labuan Bajo Agar Waspadai Diare Puskesmas Labuan Bajo Rawat 16 Pasien Diare

September 4, 2009 Leave a comment

LABUAN BAJO, POS-KUPANG — Warga kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat hendaknya mewaspadai penyakit diare. Pasalnya saat ini, jumlah pasien diare yang dirawat di Puskesmas Labuan Bajo, mengalami peningkatan. Selama dua hari terakhir, Rabu (2/9/2009) dan Kamis (3/9/2009), puskesmas itu merawat 16 pasien diare.
Read more…

Warga Bikomi Selatan Terserang Diare

September 1, 2009 Leave a comment

KEFA, Timex – Camat Bikomi Selatan, Hendrikus Bana mengaku, warganya sering terserang diare pada setiap musim panas tiba. Ini terjadi akibat minimnya sarana dan prasaran kesehatan dan masalah kesulitan warga memperoleh air bersih.
Read more…

50 Balita Selama Bulan Agustus Diare di Ruteng Meningkat

Selasa, 25 Aug 2009, | 13

RUTENG, Timex-Selama bulan Agustus tahun ini, sebanyak 50 orang balita penderita diare dirawat secara intensif di RSUD Ruteng. Meningkatnya pasien diare ini karena perubahan cuaca yang sangat rentan dengan balita.
Pihak medis sebenarnya sudah sangat maksimal menangani pasien penderita diare. Namun, penderita diare terus bertambah. Kendati demikian belum bisa ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Setiap hari pasti ada balita penderita diare yang masuk untuk dirawat, begitu juga pasien diare yang sudah sembuh setiap hari ada yang keluar,” kata Direktur RSUD Ruteng, Dupe Nababan kepada koran ini, Senin (24/8) kemarin di Ruteng.

Dikatakan Nababan, kondisi perubahan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau seperti saat ini sangat berpotensi terjadinya wabah diare dan yang paling rentan adalah balita dan anak-anak. Nababan menjelaskan, selama bulan Agustus 2009, tercatat suda 50 balita pasien diare yang sudah dirawat pihak medis.

Dari jumlah tersebut tujuh balita saat ini masih mendapat perawatan pihak medis. Meskipun demikian, katanya, wabah diare ini belum bisa dikatakan kejadian luar biasa (KLB). “Sebab jumlah yang dirawat setiap hari masih dibawah batas normal,” katanya. Ruangan khusus untuk anak pun tidak penuh seperti tahun sebelumnya yang sampai membludak bahkan ada beberapa pasien yang dititipkan pada ruangan anak.

“Diare ini belum bisa dikatakan KLB, jumlah masih di bawah batas normal,” katanya. Penanganan yang dilakukan pihaknya, kata Nababan, dengan memberikan obat terutama oralit. Selain itu, ada beberapa pasien diare yang menderita komplikasi penyakit.

Pada prinsipnya, kata Nababan, pihak medis sangat jeli dalam penanganan pasien diare yang rata-rata adalah balita itu. Dia juga meminta orang tua agar selalu memperhatikan kebersihan anak sebab penyebab lain diare adalah karena kebersihan seperti makanan yang tidak terjamin. “Parhatikan kebersihan anak, khususnya saat mereka makan harus selalu mencuci tangan,” jelasnya.

Di Ruangan Teratai RSUD Ruteng, orang tua pasien, Wili Dentak, warga asal Kampung Kois, Desa Gapong, Kecamatan Cibal mengatakan, dirinya baru saja mengantar anaknya yang terkena diare sejak Jumat (22/8) lalu. Di kampung tersebut, katanya, pihak medis beralasan tidak ada obat sehingga harus dilarikan ke RSUD Ruteng.

“Anak saya sejak tiga hari lalu selalu munta-munta bahkan dengan menceret,” katanya. Anak yang baru berumur dua tahun itu juga sama sekali tidak bisa makan hanya bisa minum air putih. Dia juga mengatakan di kampunya saat ini banyak anak-anak yang menderita sakit seperti itu. Karena itu ia mengharapkan pihak medis untuk secapatnya menangani. (kr2)

Categories: Flores, Wabah Penyakit

Ratusan Siswa Mendadak Sakit Mirip Flu Babi

Rabu, 12 Aug 2009, | 4

ENDE, Timex-Ratusan siswa di dua asrama berbeda menderita demam mirip flu babi (H1N1) yakni panas tinggi disertai demam. Namun, dari pemeriksaan dokter di poliklinik, siswa di Asrama SMPK Frateran Ndao dan Asrama Ndao Ende itu dinyatakan tidak menderita flu babi.
Gejala awal yang ditimbulkan disertai serentak sakitnya ratusan siswa tersebut membuat pengasuh asrama kewalahan.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Frateran Ndao Ende, Lama Yohanes Antonius ketika dikonfirmasi koran ini Selasa kemarin membenarkan kejadian yang mirip dengan flu babi ini. Antonius mengatakan kejadian ini hanya dialami oleh siswa penghuni asrama. “Siswa lainnya yang tidak menghuni asrama tidak menderita sakit,” katanya.

Pengasuh Asrama Frateran Ndao Ende, Frater Maria Simplisius, BHK ketika dimintai penjelasan berkaitan dengan apa yang menimpa anak asuhnya mengatakan, penyakit yang dialami para siswa asuhannya bukan flu babi. “Mereka menderita penyakit biasa seperti malaria dan demam, tidak ada yang flu babi,” katanya.

Frater Maria Simplisius mengatakan sekira 50 anak asuhnya itu mengidap panas, pilek, demam dan malaria. “Para siswa yang sakit sudah di periksakan ke poliklinik terdekat. Dan menurut dokter yang menangani kasus ini adalah hal yang biasa. Mereka cuma menderita panas biasa, pilek dan demam dan ada juga yang menderita malaria. Kami sudah memeriksa semuanya ke dokter. Tidak ada gejala yang mirip dengan flu babi atau mengidap virus H1N1,” kata Frater Maria.

Ia juga mengatakan tidak ada siswa yang dirawat inap. Semuanya dikembalikan dan dirawat di asrama. Ada juga yang dijemput keluarga untuk dirawat di kediaman masing-masing.

Kawasan tersebut, kata Frater Maria, rentan terhadap gigitan nyamuk malaria. Beberapa waktu lalu sudah diadakan fogging. Ia mengatakan kemungkinan daya tahan tubuh para siswa kurang kuat sehingga mudah diserang penyakit.

Sementara di Asrama Syuradikara seperti yang dituturkan Olin Frederikus, salah seorang wali murid bahwa 96 orang siswa yang menderita gejala yang sama termasuk delapan orang staf pengajar.

“Memang akhir-akhir ini kondisi cuaca dan iklim yang berubah-ubah membuat ketahanan tubuh ikut drop,” kata Frederik. Namun, ia memastikan penyakit tersebut bukan flu babi setelah mendapat kepastian dari dokter.

“Hanya karena kali ini jumlahnya melebihi angka normal maka warga lalu mengaitkan dengan flu babi dan flu burung,” kata Frederik. (kr7)

Categories: Flores, Wabah Penyakit

11 Balita Dirawat

Selasa, 11 Aug 2009, | 5
KEFA, Timex – Kasus diare hingga Minggu (9/8) masih terus menjadi ancaman bagi balita di wilayah Kabupaten TTU.
Betapa tidak, 11 balita masih menjalani perawatan medis di RSUD Kefamenanu karena terserang diare. Dari 11 balita penderita diare, sembilan diantaranya Finsensia Neon Nufa, Mario Nokas dan Arifin Olin sedang menjalani perawatan intensi di ruang perawatan anak.

Sedangkan, dua orang penderita diare lainnya, James Taolin menjalani perawatan di ruang pavilium RSUD Kefamenanu. Sejumlah orangtua pasien yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (8/8) lalu membenarkan penyakit yang di derita anak-anak mereka.

Ny Maria Kolo misalnya, mengakui anaknya, Arifin Olin setelah terserang diare beberapa hari lalu sempat menjalani perawatan medis di Puskesmas Oe’olo, namun karena kondisinnya makin tidak menyejuk sehingga terpaksa dilarikan ke RSUD Kefamenanu sejak, Jumat (7/8).

“Saya lihat kondisi kesehatan anak saya makin tidak bagus, makanya tanpa minta surat rekomendasi dari puskesmas, kami langsung datang berobat ke sini (RSUD, red),” ungkap Ny Maria Kolo ketika ditemui wartawan di ruang perawatan anak, Sabtu lalu.

Senada dengan itu, Ny Nokas mengaku, anaknya yang terserang diare dibawa ke Puskesmas Sasi Kecamatan Kota Kefamenanu, Kamis (6/8). Setelah menjalani perawatan medis di Puskesmas Sasi beberapa waktu lalu langsung dirujuk ke RSUD Kefamenanu untuk menjalani perawatan medis.

Plt Direktur RSUD Kefamenanu, Hartono yang dikonfirmasi wartawan di halaman depan RSUD Kefamenanu, Sabtu lalu membenarnya ada 11 balita yang sedang menjalani proses perawatan di RSUD Kefamenanu. Diakui, kasus diare yang sedang terjadi di wilayah Kabupaten TTU saat ini menunjukan trend meningkat.

Karena itu, dia menghimbau kepada warga masyarakat terutama orangtua agar selalu mewaspadai kemungkinan terjadi penularan virusrota ke warga lainnya. Caranya jelas Hartono, cukup mudah yaitu selalu menutup makanan dan minuman yang akan dikonsumsi agar terhindari dari kotoran dan hinggapan lalat sebagai media penularan virusrota.

Selain itu, dia meminta masyarakat agar selalu menjaga kondisi kesehatan fisik dengan beristirahat yang cukup sebagai salah satu modal pertahanan terhadap serangan penyakit diare. Mengenai persediaan obat-obatan, Hartono mengaku, hingga Sabtu lalu pihaknya belum mengalami kesulitan karena stok obat selalu tersedia dalam jumlah yang memadai. (ogi)

Categories: Timor, Wabah Penyakit
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.